Day #12 : A Song from Your Preteen Years

Kalau berdasarkan dictionary.com , ‘preteen’ adalah ‘a boy or girl under age of 13, especially one between ages of 9 and 12’. Jadi kesimpulannya, masa yang dimaksud adalah umur 10 atau 11 tahun dimana kita memasuki masa menjelang remaja. Kalau di Indonesia, usia segitu adalah usia dimana seseorang sedang duduk di bangku sekolah dasar kelas 4 atau 5.

Tema tulisan kali ini sesungguhnya sangat menjebak. Karena begitu saya menuliskan sebuah lagu yang popular disaat saya sedang duduk di bangku kelas 4 atau 5 SD, berarti secara tidak langsung akan langsung akan membuka rahasia berapa umur saya sesungguhnya kan, ya? Hehehe. Well, bukan rahasia-rahasia amat sih. But somehow, kadang ada rasa sebel-sebel gimana gitu kalau kita membicarakan atau menyanyikan sebuah lagu lama, dan kemudian ada yang nyeletuk,

“Ih. Ketauan banget umurnya…”

Ya sudahlah, ya. Masa ‘preteen’ saya berarti ada di sekitar tahun 1990-1991. Yang saya ingat waktu itu, sedang booming sekali lagu-lagu yang merupakan soundtrack dari sebuah film. Mulai dari “Unchained Melody” (Ghost), “Everything I Do, I Do It For You” (Robin Hood : Prince of Thieves) hingga tentu saja, “It Must Have Been Love” (Pretty Woman). Ketiga film tersebut luar biasa sukses, hanya saja sayangnya karena masih dibawah umur, saya belum bisa menonton film pertama dan yang ketiga.

Dari ketiga lagu itu, saya pribadi lebih memilih lagu milik Roxette sebagai favorit.

Saya sendiri sudah lupa sudah berapa kali tepatnya menonton film “Pretty Woman” ini.  Ingat sekali, lagu ini muncul tepat setelah adegan Edward (Richard Gere) meninggalkan Vivian (Julia Roberts), perempuan pekerja seks komersial yang disewanya untuk menemaninya selama beberapa hari. Keduanya kemudian saling jatuh cinta, tetapi karena perbedaan status yang teramat ‘njomplang’, akhirnya sering terjadi kesalah-pahaman diantara keduanya. Dialog itu terjadi  di balkon. Tepat setelah Edward mengucapkan,

“I never treated you like a prostitute..”

Dan dengan lirih, Vivian berkata,

“You just did.”

Itu rasanya sedih banget. Sedih karena untuk sesaat, kita bisa ikut merasakan gimana sakitnya berada dalam sebuah hubungan yang ternyata berjalan tidak seperti kita bayangkan. Harusnya saat itu kita sudah saling mengucapkan kata cinta, tetapi tiba-tiba semua harus selesai begitu saja. Semacam layu sebelum berkembang gitu, lah kalau Tetty Kadi bilang :).

Sedih juga karena dari situ kita seperti membenarkan, bahwa terkadang tanpa sadar kita melakukan atau mengatakan sesuatu yang ternyata bisa membuat orang yang sebenarnya kita sayangi, merasa ‘tidak berarti apa-apa’. Setiap orang sebenarnya memiliki caranya masing-masing dalam mengekspresikan rasa cinta dan sayangnya, tetapi terkadang caranya kurang pas. Sounds familiar?

Lagu yang lengkapnya berjudul “It Must Have Been Love (Christmas For The Broken Hearted)” ini memang sedih. Tetapi jatuhya tidak ‘menye-menye’. Mungkin karena penyanyi yang membawakannya tampilannya rada gahar. Maklum, rocker, kak. Tapi kalau ingin mendengarkan versi yang ‘menye-menye’, cobalah dengarkan versi yang dinyanyikan oleh penyanyi Popera favorit saya ini.

2 thoughts on “Day #12 : A Song from Your Preteen Years

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *