Day #27 : A Song That Breaks Your Heart

Satu hal yang lebih menyedihkan dari cinta yang tidak terbalas adalah cinta yang tidak tersampaikan. Setuju, ya? 🙂

Karena kalau menurut saya, ketika sebuah (ungkapan) cinta telah tersampaikan pada seseorang dan ternyata orang tersebut tidak memiliki perasaan yang sama dengan kita, ya sudah. Selesai perkara. Mau apalagi, toh? Sakit, pastinya. Tetapi ya sudah. Kita berarti sudah tahu kenyataannya, dan memiliki pilihan untuk segera melanjutkan hidup dengan sisa-sisa kekuatan yang ada (kurang drama nggak kalimatnya?), and chances are seiring waktu, kita akan perlahan melupakan hal tersebut dan siap untuk membuka segala kemungkinan yang ada dari orang lain.

Tetapi lain halnya ketika perasaan itu tidak bisa tersampaikan. Berhenti di dalam hati atau mentok hanya bisa naik di kerongkongan dan berhenti disana menunggu datangnya kekuatan untuk akhirnya bisa naik ke rongga mulut dan tersampaikan. Ketika akhirnya kekuatan itu tidak kunjung muncul, maka hanya diam sajalah yang ada. Disertai perasaan menyesal kemudian danmenganggap diri sebagai seorang yang bodoh atau pecundang.

Berbicara tentang perasaan memang rumit.

Mengungkapkannya, apalagi. Ketika kita tidak bisa melakukannya, pasti kita mempunyai sebuah alasan kuat. Biasanya karena kita takut akan jawaban yang akan kita terima tidak akan sesuai dengan harapan, dan ada perasaan tidak akan siap jika kemudian hal tersebut akan memberikan dampak buruk bagi kelangsungan hubungan kita dengan orang tersebut kedepannya. Dalam banyak kasus, hubungan yang dimaksud adalah hubungan pertemanan. Karena banyak hubungan pertemanan yang akhirnya berakhir ke hubungan percintaan, tetapi sangat sedikit sekali yang terjadi sebaliknya. Buruk-buruknya, hubungan percintaan tidak didapat, hubungan pertemanan pun tidak bisa dipertahankan.

Akhirnya ya sudah. Bertahan dengan memendam perasaan itu sendirian.

Lagu ini mewakili bagaimana ‘menyiksanya’ perasaan orang yang rasa cintanya tidak bisa tersampaikan, pada orang yang selama ini sudah lama menjadi sahabatnya. Aslinya dinyanyikan oleh penyanyi asal Australia John Farnham. Versi yang kamu lihat ini adalah versi yang dinyanykan oleh Luke Kennedy, juara kedua The Voice Australia season kedua.

I toss and turn, can’t sleep at night, It’s worrying me,
I go to bed, turn out the light, but your face I see
It only hurts the more I pretend that we could ever be more than friends
Please don’t ask me, why I’m so in love with you..
One might say, that if we you love someone, you should tell them. Because hearts often broken by unspoken words. Tapi menurut saya, tidak selamanya memendam perasaan itu buruk. Ada kalanya itu memang pilihan terbaik, ketika kita memang lebih menghargai sebuah persahabatan dari ‘sekedar’ hubungan percintaan. Karena dalam perasaan ‘diam’ itu, somehow kita akan belajar menyintai seseorang dengan tanpa syarat.
Tapi jangan sering-sering ya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *